Kebablasan?

Dalam siaran persnya, YLBHI juga menyesalkan tindakan TV One yang terus memberikan panggung panggung dan kesempatan kepada pelaku kekerasan dan pelaku intoleran, termasuk Munarman, untuk berbicara dan menunjukkan semangat kebencian dan permusuhan di tayangan atau program-program acara TV One.

Sumber Artikel: Berdikari Online

Agak tergelitik dengan berbagai pemberitaan terkait perilaku Munarman yang menyiram Tamrin Amal Tomagola di acara televisi “Apa Kabar Indonesia Pagi” di TV One.

Mengenai perilaku Munarman sendiri, saya tidak terlalu terkejut, karena menurut saya, yang dia lakukan adalah mencari publisitas dengan memanfaatkan kemandulan Polisi Indonesia *taruhan yuk, kasusnya paling ga bakal diproses sama polisi*

Yang lebih mengkhawatirkan saya adalah Siaran Pers YLBHI terkait peristiwa ini, terutama dibagian yang saya kutip diatas.

Jika LBH berpendapat bahwa tindakan Munarman mengancam demokrasi *yang ini saya setuju* maka kecaman YLBHI terhadap TV One juga sebenarnya agak kebablasan. Karena bagaimanapun tolol dan bodohnya Munarman, dia memiliki hak berpendapat, dan TV One juga mempunyai hak untuk menyiarkannya.

Seperti dulu pernah saya tulis disini, biarkanlah media memberi ruang-ruang dialog untuk pendapat-pendapat yang berbeda. Bahwa kemudian Munarman menggunakannya sebagai corong kekerasan, yang harus dicokok Munarman, bukan menutup ruang dialognya.

Bagaimanapun saya percaya, masyarakat sudah cukup cerdas untuk menarik pelajaran dari dialog yang terjadi, dan dalam kasus ini saya rasa masyarakat juga bisa menilai manusia macam apa Munarman itu sesungguhnya.

Advertisements

About this entry